Pengumuman! Blog Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP) beralih ke Blog Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) Provinsi Sumatera Selatan dengan alamat blog berikut: http://kotakusumsel.blogspot.co.id/ , tetap semangat menuju 100-0-100

Jumat, 30 Januari 2015

Pelatihan Penguatan dan Pengembangan Program PPMK PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Sumatera Selatan

Palembang (Sumsel) - Melanjutkan pelatihan Orientasi dan Perencanaan Program PPMK (Peningkatan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas) yang dilakukan pada bulan September 2014 lalu, PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar Pelatihan Penguatan dan Pengembangan Program PPMK. Pelatihan yang diikuti oleh 162 orang peserta ini terdiri dari unsur Koordinator Kota, Assisten Koordinator Kota (Manajemen Keuangan, Sosial dan Manajemen Data) serta Fasilitator (Sosial dan Ekonomi) yang berasal dari 7 kota/kabupaten wilayah dampingan PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi Sumatera Selatan.

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 24 sampai dengan 29 Januari 2015 dan  bertempat di Gedung Asrama Haji  Kota Palembang ini, bertujuan untuk menguatkan kelembagaan dan kegiatan usaha KSM secara mandiri dan berkesinambungan yang berorientasi pada peningkatan penghidupan masyarakat miskin. Secara garis besar, ada 9 tema materi dalam pelatihan ini, yaitu: (1) Capaian Pelaksanaan Program PPMK Provinsi Sumatera Selatan; (2) Penguatan Kelembagaan KSM; (3)Pengembangan Pengelolaan Usaha; (4) Penguatan UPK dalam mendukung PPMK; (5) Membangun Kemitraan; (6) Kurikulum Pelatihan Masyarakat; (7) Strategi Pengendalian PPMK; (8) Praktek Memandu; (9) Penyusunan Rencana tindak Lanjut.

Ada 3 materi yang menghadirkan narasumber dari luar dalam pelatihan, yaitu:
1.  Legalitas Usaha, Perijinan, dan sertifikasi (ijin IRT, Depkes, Sertifikasi Halal) yang disampaikan oleh Bapak Diankis Julianto,ST selaku Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kota Palembang.
2.  Membangun Kemitraan (Lesson Learn Kemitraan) yang disampaikan oleh Bapak Sunarso selaku Manajer Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Cabang Sumatera Selatan.
3. Pengelolaan Usaha Mikro yang sukses  yang disampaikan oleh Bapak Fauzi,SE selaku Ketua Forum Wirausaha Indonesia Kabupaten Banyuasin.

Senin, 19 Januari 2015

Tidak Pernah Patah Semangat, Usaha yang Dimulai dari Nol pun Bisa Berkembang

Penjualan Kerupuk Ibu Wita anggota KSM Dahlia yang  biasanya  hanya di Jual ke warung-warung sekitar wilayah Kelurahan Ulu Rurah selanjutnya berkembang ke wilayah seluruh Kota Pagaralam dan Kini meluas ke Wilayah Daerah Tajung Sakti Kota Lahat.

Aktifitas Ibu Wita setiap pagi
Pagaralam - Pagi itu pukul 08.00 Wib,  Ibu Wita wanita berumur 45 Tahun yang sukses membuat usaha kerupuk dengan semangat memulai aktifitasnya dari Membeli Ikan Giling, Menyiapkan Sagu dan Gandum serta bahan-bahan lainnya, sampai menyiapkan Peralatan untuk Membuat dan Menjemur Kerupuk.
 
Awal usahanya di mulai pada Tahun 2010 dengan Modal Awal Rp 1.000.000, usaha kerupuk ini ditekuni untuk membantu suami dalam menyelesaikan masalah ekonomi rumah tangga. Berbekal modal dari Tabungan membuat Ibu Wita tidak patah semangat untuk memulai usahanya. Jatuh bangun dalam usaha kerupuk telah di jalani Ibu Wita.
           
Pada Awal bulan November Tanggal 2 Tahun 2013 Ibu Wita bersama Ibu Meta Mardalena, Ibu Sutia Widayati, Ibu Misni serta Ibu Ernawati Membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Dahlia.
Pada Tanggal 5 November 2013 dan untuk pertama kalinya Mereka mendapat Dana Pinjaman Reguler sebesar Rp 1.000.000 dari UPK Ulu Rurah Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Kota Pagaralam Selatan Kota Pagaralam yang merupakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). 

Rabu, 10 Desember 2014

Yang Perkasa, Yang Mempesona

Peran serta atau partisipasi kaum perempuan ternyata tak bisa dianggap sebelah mata, paradigma yang menganggap perempuan hanya mampu tebar pesona ternyata tak selamanya benar ketika keperkasaan dan keperdulian mereka bisa teruji saat proses pembangunan jalan beton.

Pagaralam - Kemiskinan merupakan permasalahan seluruh komponen bangsa. Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ini, maka diperlukan upaya pembangunan. Paradigma pembangunan yang dilakukan Indonesia telah mengalami pergeseran, yaitu dari pembangunan yang semula top down menjadi pembangunan yang lebih menitikberatkan pada partisipasi masyarakat, yang dikenal dengan bottom up. Pembangunan partisipatif ini terimplementasi pada program pemerintah yaitu PNPM Mandiri Perkotaan. 

Sebagai bagian dari anggota masyarakat, perempuan mempunyai kesempatan untuk ikut berpartisipasi seperti halnya dengan laki-laki, seperti yang terjadi di kelurahan Kuripan Babas Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan.

Jumat, 05 Desember 2014

Balur Makanan Kampung, Rezeki Kota

Siapa yang tidak kenal dengan “balur” makanan kampung yang sering menjadi lauk favorit makan nasi di berbagai kalangan dengan tak mengenal usia atau status kehidupan menjadi potensi terpendam di Kelurahan 5 Ulu Kota Palembang.

Palembang - Menelusuri tepian sungai Musi Kota Palembang, pastinya menjadi surga bagi beberapa orang yang menyukai wisata kuliner. Selain “Pempek” sebagai makanan nomor satu Bumi Sriwijaya, makanan khas lainnya seperti “Pindang” yang menjadi lauk favorit makan nasi  pasti membuat lidah bergoyang kala menyantapnya.

Ada yang menarik pada lauk sebagai teman makan nasi yang dihidangkan, selain lauk utama pastinya balur atau yang lebih dikenal dengan sebutan ikan asin menjadi menu pelengkap dari setiap hidangan. Selain karena rasanya yang gurih,  balur menjadi menu pilihan favorit, karena harganya pas untuk kantong siapa saja, tak mengenal kaya atau miskin.

Bapak Mansyur dan Ibu Siti Aminah
Melihat peluang tersebut, Ibu Siti Aminah bersama suaminya Bapak Mansyur yang beralamat di Rt.05 No.178 lorong Kramat Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang mulai mempelopori usaha pembuatan balur, baik dari pengelolaan hingga penjualan. “Awalnya usaha kami ini dimulai dengan modal dan peralatan yang sangat sederhana dan hanya menggunakan tenaga kerja ibu, bapak dan anak-anak”, ujar Ibu Siti dan disambut anggukkan dari Bapak Mansyur.

Senin, 10 November 2014

Indahnya Kebersamaan Tim Srikandi Kota Palembang

Bila kita mencintai pekerjaan kita, kita tidak akan pernah merasa bekerja sedetik pun. Sebuah cerita pendek dari Tim Srikandi Kota Palembang membuktikan betapa indah kebersamaan. 

Palembang - “Capeknyo uyyy, capek badan capek hati, capek pikiran...pffhhh..... Peh mari kita penyegaran dukin”.... Demikian celotehan ringan temanku gita seorang faskel tekhnik. Dan biasanya segera kami jawab, “dengan senang hati yuk mariiiii”... Bila dilihat sepintas lalu mungkin orang akan mengira bahwa kami hanya bisa bersenang senang, seperti layaknya para sosialita tingkat atas.... hemmm enaknya seandainya memang seperti itu. Tapi tet totttt... ternyata anda salah!!!. Kepenatan kami tim perempuan bukan karena di sebabkan masalah arisan atau masalah perhiasan yang tidak bisa kami miliki,seperti masalah klise wanita pada umumya, inilah keletihan dan kepenatan yang kami peroleh dengan rasa bangga dan bermartabat. Inilah tim 03 korkot 1 Palembang, tim yang sudah beberapa tahun ini selalu berisikan kaum hawa, dari semua bidang baik itu seniornya, faskel tekhniknya, faskel sosialnya berikut juga faskel ekonominya.

Pertemuan LKM di setting di luar ruangan, biar fresh!
Sudah beberapa kali berganti personil ditim 3 ini tapi semua pada akhirnya selalu diisi oleh kaum hawa di komposisinya. Terakhir kami berlima menempati posisi terhormat ini. Yah, mungkin posisi ini bukan apa apa bagi sebagian orang atau biasa saja bagi orang lain tapi bagi saya dan kawan kawan tim 3 inilah kebangaan teesendiri. Begitu banyak pahatan cerita suka dan duka selama perjalanan kami di tim 3 ini. Dan semuanya telah memberikan warna yang indah dalam cerita  kehidupan kami. Tawa, tangis dan kemarahan menjadi bumbu pelengkap dalam perjalanan pembentukan karakter dan kesolidan tim 3. Banyak karakter, sifat dan pola pikir yang harus di satukan dan hal itu bukanlah hal mudah dan bisa di atur dalam waktu yang singkat. Dan rasanya teori teori yang banyak di jumpai beberapa buku manajemen organisasi belum tentu bisa pas di aplikasikan dalam pembentukan kesolidan dalam tim ini. SF kami sri supartini,emak nyak kami, faskel ekonomi fitriyanti tomboy feminin. Faskel tekhnik si Gita yang kami curigai dia melakukan transgender, hehehe... habis jagoan banget kayak cowok. Dan Sutinah, cacat polio dikaki kanannya,tapi masih bisa jalan dan sumpahhh semangatnya itu patut di acungi jempol, dan saya mirani lestari tapi biasa dipanggil nunik, mahluk terlembut dan indah pelembut suasana sekaligus ikonnya tim 3....kwkwkwkw... bercanda kok.. yang jelas saya mencintai pekerjaan saya.

Pengelolaan Pengaduan Masyarakat

Pengelolaan Pengaduan Masyarakat

Redaksi Blog P2KKP Provinsi Sumatera Selatan:

OC-02 Provinsi Sumatera Selatan : Jl.Bandar Agung No.1005 RT.13 RW.04 Kelurahan 20 Ilir/Sekip Bendung Kota Palembang 30127 Provinsi Sumatera Selatan Telp/fax: 0711-365385 email: oc2.sumsel@gmail.com

.

.